Alhamdulilah, syukur ku ucapkan kepadamu ya Allah. hari ini jumat 16 april 2010 jam 15.00 dah terlewati masaku.
Babak baru di mulai
Posted in Uncategorized on April 16, 2010 by sultonharharapanku hari ini
Posted in Uncategorized on April 16, 2010 by sultonharDengan memaksa karena tidak terlalu siap dengan kondisi yang mendadak, aku berharap bisa berjalan lancar tanpa kendala.(16 April 2010)
Mendekati masa masa
Posted in Uncategorized on April 15, 2010 by sultonharSetelah perjalanan panjang, berjuang melawan kemalasan akhirnya besok hari jumat 16 april 2010 semua akan diakhiri dan akan memasuki masa repair untuk beberapa saat. Setelah itu babak baru akan dimulai, semoga aku bisa merubah sifat buruk yang telah lalu. Bismillahirohmanirohim. Dengan niat pasrah dengan apa yang akan terjadi besok, semoga Allah memberikan kemudahan, Amin.
Kok begini saya
Posted in Catatan hati on March 30, 2010 by sultonharHmmm tak terasa sudah akhir maret
( lom selese juga, sifat buruk ini tak juga hilang dari diriku, ketika dengan mudah melakukan untuk orang lain tapi terasa sulit untuk diri sendiri, hu…hu..hu..
Today must finish. uwh… i hope someone help me.
Berusaha….
Posted in Uncategorized on January 31, 2010 by sultonharHari ini hari penghujung di bulan januari 2010, tapi yang ku kerjakan belom selese, sifat menunda nunda masih sulit dihilangkan. Pikiran blank, ga ada ide.
Semoga ada ide ya…………..????????????????????????????????????
Sendiri…….
Posted in Uncategorized on January 27, 2010 by sultonharAdakalanya ketika bersama seolah segala sesuatu itu bisa dilaksanakan bersama pula. Tapi adakalanya memang harus sendiri, mencari solusi sendiri, berusaha sendiri. Kebersamaan harus tetap ada, tapi harus disadari tidak semua harus bersama.
Kiriman dari teman facebook pagi ini
Posted in Catatan hati, Uncategorized on January 19, 2010 by sultonharWahyu Eka Dianto 19 January at 09:04 Reply
MEMBIASAKAN DIRI DARI HAL KECIL YANG BAIK
Ternyata hidup bijak itu sederhana…Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?”Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”. Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja


